Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 November 2010

Bayi Harus Mandi Air Hangat?

Banyak orangtua berpendapat bayi harus dimandikan dengan air hangat agar tak masuk angin. Padahal, memandikan bayi dengan air hangat tak perlu apabila bayi Anda normal, cukup bulan, dan dalam keadaan sehat. Mandikanlah sehari dua kali, gunakan sabun bayi dan cuci rambut dengan sampo bayi.

Perlakukan bayi sebagaimana layaknya Anda sebagai orang sehat mandi dan mencuci rambut. Mandi dengan air hangat tujuannya terutama agar bayi tak kedinginan atau hipotermi dalam bahasa kedokterannya. Namun, sebagai bayi normal yang sehat, bayi Anda dapat beradaptasi dengan keadaan tersebut. Jadi, tak usah takut memandikan si kecil dengan air dingin selama kondisinya normal dan sehat serta dalam cuaca yang tak dingin.

Lalu, bagaimana dengan kepala bayi, bolehkah dibasahi saat mandi? Jika kepala bayi tak pernah dibasahi, kotoran di kepala jadi menumpuk dan bercampur dengan endapan lemak sehabis dilahirkan. Akibatnya, timbullah kerak kepala yang sering disebut sarapen atau dalam istilah medisnya, dermatitis seboroik.

Sumber: Tabloid Nakita

Kumur Air Garam Mengusir Flu

Cuaca yang lembab seperti di musim hujan seperti sekarang merupakan saat yang tepat bagi virus flu untuk menyerang. Banyak orang percaya berkumur dengan air garam efektif untuk meredakan gejala-gejala flu.

Menurut Dr.Philip T.Hagen, dari Mayo Clinic, berkumur dengan larutan garam akan membuang kelebihan cairan dari jaringan yang meradang di tenggorokan sehingga rasa kurang nyaman di tenggorokan bisa berkurang.

"Berkumur dengan garam juga akan menghilangkan lendir tebal dan menghilangkan alergen yang menyebabkan iritasi seperti bakteri dan jamur dari tenggorokan," katanya.


Dalam sebuah penelitian secara random tahun 2005, para ahli mengamati 400 orang sehat selama 60 hari di musim flu . Sebagian partisipan diminta berkumur tiga kali sehari. Di akhir studi, kelompok yang berkumur memiliki risiko terkena infeksi saluran pernapasan atas berkurang 40 persen dibanding dengan orang yang tidak berkumur.

Selain mengurangi risiko infeksi, berkumur dengan garam juga terbukti mampu membuat gejala batuk lebih ringan. Penelitian lain menyebutkan, berkumur juga membantu mencegah hidung tersumbat.

Untuk hasil terbaik, larutkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat lalu gunakan untuk berkumur selama beberapa detik. Anda juga bisa mencampurkan air hangat dengan air perasan lemon dan madu. Kalau yang terakhir ini, setelah berkumur bisa langsung ditelan.

Sumber: New York Times

Ujian Bikin Otak Tambah "Encer"


Ujian sering menjadi momok bagi para siswa. Ujian juga dianggap sebagai cara untuk mengetahui kemajuan para siswa dalam belajar. Padahal, ujian justru bisa menjadi cara untuk meningkatkan daya ingat.

Para ahli menemukan bahwa ketika seseorang menjalani ujian otak akan mengumpulkan informasi dari sistem memori. Bahkan, otak justru lebih mudah mendata informasi yang berhasil dihimpun dibanding ketika proses belajar mengajar. Dengan kata lain, ujian justru akan meningkatkan daya ingat.

Menurut peneliti Kent State's Katherine Rawson, dalam otak kita terdapat informasi yang disebut "mediator". Mediator merupakan konsep, ide atau frase yang menghubungkan satu informasi ke informasi lain. Supaya mediator itu menjadi efektif, setiap ide dan konsep harus mudah diingat dan mudah tersambung dengan informasi yang coba diingat.


Dalam penelitian yang dilakukan Rawson, orang yang menjalani tes atau ujian memiliki daya ingat tiga kali lebih baik dalam mengingat materi pelajaran yang diberikan dibandingkan dengan orang yang tidak menjalani ujian.

"Ujian akan membuat mediator lebih mudah dipanggil dan membuat kita jadi lebih mudah mengingat," kata Mary Pyc, peneliti yang terlibat dalam studi ini. Ia mengatakan, ujian yang dilakukan di kelas sangat membantu daya ingat siswa, namun para siswa sebaiknya juga melakukan ujian sendiri di sela waktu belajarnya.

Sumber: LiveScience